Perluasan Distribusi dan Pengembangan Smartphone Murah Jadi Fokus Tiphone di 2013

E907d1b2c47bc17c1d2f1609b514934c

PT Tiphone Mobile Indonesia Tbk. (TELE) yang sejak awal tahun ini telah melakukan IPO (Initial Public Offering) di Bursa Efek Indonesia, kemarin (21/12) mengadakan Public Expose.

Dalam rilis persnya PT Tiphone Mobile Indonesia Tbk. menyatakan bahwa perusahaan akan focus dalam perluasan jaringan distribusi pada tahun depan, sebagai salah satu cara untuk meningkatkan revenue.

Seperti dinyatakan oleh Dirut PT Tiphone Mobile Indonesia Tbk, Lily Salim, pada tahun 2013, perseroan akan focus dalam pengembangan distribusi melalui penambahan outlet maupun reseller. Sampai dengan sembilan bulan pertama 2012, jumlah reseller yang aktif sudah mencapai 175.000 reseller. Jumlah ini akan tersus ditambah secara signifikan pada tahun depan.

”Pada tahun 2013, fokus kami adalah pada pengembangan jaringan distribusi, khususnya penambangan reseller. Karena mereka meruapakan ujung tombak penjualan voucher yang menjangkau semua daerah di Indonesia,” kata Lily Salim, pada Public Expose PT Tiphone Mobile Indonesia yang dilakukan pada Jumat, 21 Desember 2012 kemarin.

Perluasan jaingan distribusi ini juga sebagai antisipasi pertumbuhan pasar telepon seluler yang terus meningkat pada tahun depan. Selain itu, perseroan juga mulai menjajaki distribusi produk-produk non-telekomunikasi.

Pada kuartal III 2012, TELE berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp138,616 miliar, mengalami peningkatan 29% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, yang mencapai Rp107,047 miliar.
Kenaikan laba bersih ini dipicu oleh peningkatan pendapatan bersih perseroan pada kuartal III 2012 yang mencapai Rp5,570 triliun atau meningkat sebesar 12% dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu yang hanya mencapai Rp4,971 triliun. Di sisi lain, perseroan berhasil menurunkan beban pokok penjualan dari Rp130,997 miliar pada kuartal III 2011 menjadi Rp128,375 miliar pada kuartal III tahun ini.

Dalam sembilan terakhir ini, perseroan juga berhasil meningkatkan total asetnya menjadi Rp1,388 triliun dari Rp1,189 triliun sampai akhir tahun 2011. Sementara liabilitasnya mengalami penurunan dari Rp697,581 miliar pada akhir tahun lalu, menjadi Rp347,800 miliar pada kuartal III tahun ini.

Seperti dikatakan oleh Semuel Kurniawan, Corporate Secretary PT Tiphone Mobile Indonesia Tbk., pendapatan perseroan sampai saat ini tetap mengandalkan penjualan voucher prepaid seluler yang memberikan kontribusi sebesar 90%, sedangkan produk ponsel memberikan kontribusi sekitar 10% dari total pendapatan.

Meskipun kecenderungan ARPU (Average Revenue Per User) yang terus menurun dalam beberapa tahun terakhir ini, peningkatan layanan data yang cukup signifikan juga ikut memacu penjualan voucher seluler. Perseroan cukup optimis pada kuartal IV tahun 2012 ini penjualan voucher masih akan meningkat karena adanya hari natal dan liburan tahun baru, di mana biasanya terjadi peningkatan penjualan produk seluler dan penggunaan layanan telekomunikasi.

Walaupun hanya memberikan kontribusi 10% dari total pendapatannya, PT Tiphone Mobila Indonesia Tbk., tampaknya masih serius bermain di produk ponsel, di mana pihaknya akan fokus dalam pengembangan smartphone dengan harga yang murah. (Ozi)

Silahkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s