Dari Mana Bermulanya Kata Etiket ?

Kata ini datang nya dari Prancis dengan ejaan etiquette. Menurut makna semula dapat diartkan dengan kartu atau etiket. Apabila Anda memiliki tiket pesawat terbang, maka Anda diperbolehkan naik ke pesawat. Jadi etikte, semacam tanda masuk ke dalam pergaulan hidup antara sesama manusia.
Menurut sejarahnya yang sempat dicatat, etiket yang resmi di mulai dari istana kerajaan. Pada waktu itu, bentuk etiket adalah semacam surat tanda masuk ke istana. Pada surat tanda masuk ini dicantumkan petunjuk apa saja yang harus di taati. Namun arti etiket merupakan peraturan, tata tertib, juga sopan santun. etiket harus di terapkan dalam kehidupan kita sehari-hari dan dimulai dari diri kita sendiri. Dikantor-kantor, di jalan-jalan raya ataupun dilorong-lorong.

Etiket Untuk Siapa ?

Etiket, cara – cara yang baik, sopan santun, bukan hanya untuk orang-orang tertentu. kita perlu mengucapkan terimakasih kepada siapa saja, apakah itu pada raja ataupun pada pelayan restoran, supir taxi, atau pembantu di rumah sendiri. anak-anak mengambil contoh dari orang tua, apabila orang tua terbiasa mengucapkan terimakasih kepada anak maka anak-anak akan begitu puls terhadap orang tua ataupun orang lain dalam kehidupan mereka. Etiket, sopan santun bukanlah kewajiban bawahan pada atasan. seakan-akan bawahan lah yang harus menghormati dan atasan tidak perlu mempunyai rasa hormat pada bawahan lebih dari itu etiket seharus nya di mulai dalam lingkungan sendiri. misalnya sikap antar suami istri, dan orang tua terhadap anak. bila anak-anak b erlaku sopan terhadap orang tuanya itu merupakan suatu kebiasaan yang lumrah. tapi bagaimana sikap orang tua terhadap anak ? sehingga ada saja orang tua yang berpendapat, : aaa toh surat anak saya. tentu saja saya boleh buka amplop nya, walaupun amplop itu tertutup.
Dari siapa anak-anak belajar sopan santun ? tentu saja belajar dari mereka yang terdekat pada nya. pegawai menghormati majikan adalah merupakan kewajiban. tapi bagaimana sikap majikan terhadap pegawainya ? bukan sesuatu yang aneh, apabila ada majikan yang memmberi perintah, : “ambil.” bahklan banyak majikan ketika di sodorin gelas yang diminta dengan ucapan pendek dia berkata dengan ketus, “sudah,pergi !!!”
Etiket, dapat dibagi dalam dua bagian. etiket yang hanya digunakan pada kesempatan-kesempatan tertentu, dan kedua etiket yang digunakan sehari-hari. kedua-duanya kini tergantung keoada keadaan, suasana dan kepekaan serta kadar timbang rasa kita masing-masing ini bukan sesuatu yang kaku. umpamanya, apabila kita di undang makan di rumah petani, hormatilah cara-cara petani itu. walaupun cara-cara nya mungkin menyeleweng dari etiket dan kebiasaan kita sehari-hari. inilah yang di sebut etiket.

Silahkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s