Apa Itu Etiket ?

Ada seseorang wartawan potret yang mempunyai cerita tentang keberhasilan dan profesinya. Suatu kali pernah saya tanyakan kepadanya: Resep apa yang membuat dia dengan mudah memotret orang – orang penting ? Pertanyaan itu saya ajukan, karena saya seringkali melihat dia dapat keluar masuk ruangan konferensi dengan bebas, dimana hal semacam ini biasanya tertutup untuk wartawan. ternyata “rahasia”-nya terletak pada kepadaiannya menguasai etiket. Dan etiket yang dia kuasai, bukan semuanya didpatkan dari buku etiket yang dia beli di toko buku. Tetapi sebagian besar datang dari dirinya sendiri. Yakni sopan santun yang jauh mendalam, atau dapat juga disebut sopan santun yang hakiki. Orang Belanda menyebutnya “innerlijke beschaving.”
Dia bercerita, “Bagi saya, etiket maksudnya untuk membuat kehidupan ini nikmat dan mudah. Dalam profesi saya, etiket berarti saya harus tahu saat -saat yang tepat bilaman saya dapat membidik kamera, dan bilamana tiba saatnya kamera itu harus saya simpan. Dan sesudah membuat potret, saya memperlakukan obyek tadi bukan hanya sebagai bahan yang dapat dijual di koran. Tetapi dia adalah pribadi yang pantas saya hormati. Saya lalu berbicara dengannya, dan saya akan cepat – cepat angkat kaki apabila ada tanda – tanda bahwa kehadiran saya sudah tidak diinginkan.”
Di sini kita lihat, bahwa seringkali etiket yang kita pelajari dari buku tidak mencukupi kebutuhan manusia yang terlibat dalam aneka macam lalu – lintas pergaulan. Rupanya yang harus dikembangkan adalah kepakaan yang mendalam, agar tidak terjadi benturan – benturan yang sebenarnya dapat dihindari, asal saja kita mempunyai timbang rasa. Sebenarnyalah etiket adalah juga “timbang rasa”, saling harga menghargai. Memang ada juga etiket yang perlu dipelajari dari buku, misalnya etiket menjadi protokol.
“Etiket” dapat juga diartikan dengan “cara – cara yang baik” (good-manners), yakni sopan santun yang digariskan kelaziman dan terlebih pula sopan santun yang datangnya dari jiwa kita sendiri. Bisa saja seseorang menguasai etiket yang didaptkan dari buku – buku, namun apabila hanya sebagai polesan belaka, maka etiket semacam ini dapat disebut sebagai etiket basa – basi (yang benar – benar basi). Tidak dapat disangkal bahwa kita hidup tidak dapat melepaskan diri dari peraturan yaitu, etiket yang berlaku dalam pergaulan antar manusia. Karena tidak mungkin kita menggantungkan pengumuman di dada kita, tentang baik – buruknya keadaan diri kita. Maka etiket, cara – cara kita, adalah semacam pemberitahuan bagaimana kita sebenarnya.

Silahkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s